#1 Your Trusted Business Partner

5 Cara Rayakan Lebaran dengan Sederhana Bareng Anak

dua orang yang sedang merayakan lebaran bersama
ilustrasi canva untuk artikel berjudul "simpel tapi berkesan: 5 cara rayakan lebaran dengan sederhana"

Apakah lebaran selalu identik dengan belanja besar-besaran dan meja penuh dengan makanan santan serta berlemak? Jika iya, mungkin saatnya mencoba pendekatan yang lebih simpel, tetapi tetap bermakna. Lebaran dapat menjadi momen penting mengajarkan kesederhanaan dan kegiatan berbagi pada anak.

Ayah dan Bunda mungkin semakin sadar bahwa kebahagiaan anak tidak selalu berasal dari jumlah barang baru, tetapi dari pengalaman yang berkesan. Salaman khidmat setelah Sholat Ied, duduk lesehan untuk makan bersama di ruang tengah, dan mengunjungi sanak saudara adalah beberapa kegiatan selama lebaran yang tiap tahun membuat suasana menjadi hangat.

Apa tips lainnya untuk merayakan lebaran dengan sederhana tanpa kehilangan makna? Simak, yuk!

Lebaran Tidak Harus Beli Barang Baru

Salah satu kebiasaan lebaran adalah membeli banyak barang baru. Mulai dari baju, sepatu, pernak-pernik, hingga peralatan rumah tangga. Di memori Ayah dan Bunda tentu teringat suasana belanja di toko berdesak-desakan mencari baju warna seirama untuk setiap anggota keluarga. Lalu, berjalan pulang menenteng plastik belanja berwarna-warni. Tetapi, apakah semuanya benar-benar dibutuhkan?

Jika Ayah dan Bunda ingin perubahan suasana lebaran konsumtif menjadi lebaran minimalis bersama anak, maka bisa mengikuti langkah ini:

  • Jika baju tahun lalu masih layak, ajak anak memilih satu setelan favoritnya;
  • Fokus pada kebersihan dan kerapihan, tidak melulu baju baru; dan
  • Gunakan dana belanja pada destinasi wisata singkat. Quality time tak terputus bersama anak selama liburan.

Menciptakan Momen Lebaran yang Membekas

Anak-anak mungkin tidak mengingat berapa banyak baju atau sepatu baru yang mereka dapat, tapi mereka pasti selalu mengingat momen spesial bersama keluarga. Seperti kegiatan yang dilakukan bersama, tempat yang dikunjungi dan momen seru selama perjalanan menuju tempat tersebut, bahkan momen-momen lucu ketika berkumpul di rumah.

Pada kesempatan inilah orang tua dapat menjalani menceritakan kenangan masa lalu pada anak, seperti kisah lebaran masa kecil. Jika ada album foto, maka kegiatan ini jadi lebih menarik!

Lalu, mengenalkan dan mendekatkan anak dengan sanak keluarga, apalagi sepupu sebayanya. Terakhir, mendokumentasikan momen kumpul keluarga. Sesi foto di rumah tanpa studio mahal.

Makna Lebaran: Berbagi dengan yang Membutuhkan

Lebaran bukan hanya soal menerima THR, tetapi tentang berbagi. Lebaran adalah momen tepat untuk mengajarkan anak kemenangan bersama; membantu mensejahterakan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Ajak anak memahami konsep ini dengan cara yang menyenangkan. Keterlibatan anak membantu mereka memahami hal ini dengan lebih baik.

Aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak untuk menerapkan moral ini antara lain dengan membantu anak memilah dan memilih mainan atau baju yang masih bagus untuk disumbangkan.

Lalu, mengajak anak menyiapkan makanan untuk dibagikan ke tetangga atau orang yang membutuhkan. Ayah dan Bunda juga bisa membawa anak melihat kegiatan membayar zakat. Sambil memberikan pengantar singkat mengapa zakat penting.

Lebaran Waktunya Kurangi Makan Berlebihan

Lebaran rasanya tidak lengkap dengan meja makan penuh hidangan santan, berlemak, dan olahan daging. Ingatan keluarga besar yang berkumpul di meja makan mengambil lauk pauk tentu tersimpan di pikiran Ayah dan Bunda. Namun, apakah semua makanan itu benar-benar habis?

Sayang sekali jika hidangan lezat tidak habis dan justru mubazir. Oleh karena itu, biasakan masak secukupnya, pilih menu favorit keluarga yang benar-benar disukai. Sajikan lebih banyak makanan sehat agar anak tidak kebanyakan gula atau santan.

Tidak Perlu FOMO, Nikmati Lebaran Khas Ala Keluarga Sendiri

Media sosial kadang membuat kita merasa “harus” melakukan sesuatu agar dianggap merayakan lebaran dengan benar. Membuat kita merasa tidak mengikuti tren ketika tidak melakukan apa yang orang lain lakukan di media sosial. Padahal, setiap keluarga punya tradisi dan cara masing-masing untuk merayakan lebaran.

Ayah dan Bunda tidak harus menyiapkan dekorasi estetik atau hampers mahal untuk menikmati lebaran. Cukup buat lingkungan rumah bersih dan nyaman. Rayakan dengan nilai-nilai yang sudah dijalani bersama keluarga. Buat tradisi baru, misalnya menonton film masa kanak-kanak untuk bernostalgia dan quality time bersama anak.

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment

Ready to talk?  Get in touch with our friendly team of experts.  We’re ready to assist you.