Mengatur pola makan sehat anak di pelbagai situasi sangat penting. Hidangan makanan lebaran mengandung banyak lemak, gula, dan kalori yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, khususnya anak-anak.
Saluran pencernaan yang sehat adalah kunci libur lebaran bebas rasa khawatir. Apa yang terjadi jika pencernaan tidak lancar? Ayah dan Bunda akan berhadapan dengan anak yang sulit buang air besar (BAB), asam lambung naik (maag), sakit perut, sembelit, serta perut kembung.
Nah, bagaimana cara menghindari gangguan saluran pencernaan seperti di atas? Yuk, simak tips menjaga pola makan sehat berikut!
Tips Mengatur Pola Makan Sehat
Konsumsi Makanan Bergizi
Menyantap sajian lebaran seperti opor ayam, rendang, dan gulai secara berlebihan dapat menimbulkan sembelit dan perut kembung.
Ayah dan Bunda wajib memantau konsumsi lemak, karbohidrat, protein, serta vitamin yang seimbang pada anak. Menyediakan makanan alternatif pengganti hidangan bersantan bisa menjadi opsi yang baik.
Jadwal Makan Teratur
Terkadang jadwal makan anak tertunda karena mereka asyik bermain. Sebagai orang tua sudah tanggung jawab kita mengingatkan waktunya makan dan bermain.
Asam lambung bisa naik jika anak tidak makan pada waktunya, oleh karena itu jangan sampai anak melewatkan sarapan, makan siang, dan makan malam. Hindari juga memberikan camilan berlebihan di antara waktu makan yang sudah dijadwalkan.
Makanan Sumber Serat
Buah-buahan segar kaya akan serat dapat menyegarkan perut anak yang jenuh. Setelah anak mengonsumsi makanan berlemak atau mengandung kadar gula tinggi, sebaiknya Ayah dan Bunda memberikan apel, pir, pisang, alpukat, serta buah segar lainnya. Perpaduan buah yang manis alami dan sehat bisa Ayah dan Bunda pilih untuk camilan anak.
Rutin Minum Air Putih
Anak-anak dianjurkan untuk minum air putih sebanyak delapan gelas per hari atau 2-3 liter. Kandungan air dalam tubuh anak harus dijaga sehingga mencegah anak dari dehidrasi dan sembelit. Selalu kemas botol minum dengan kapasitas sedang agar anak mudah menyimpan dan meminum air putih.
Kurangi Camilan Manis dan Berminyak
Camilan warna-warni dan tinggi gula adalah kelemahan anak-anak. Mereka sulit menolak camilan seperti permen, coklat, kue-kue kering yang manis, dan ciki. Jajanan di pinggir jalan yang digoreng menggunakan minyak kotor dapat menjadi sumber sakit perut. Selain masalah saluran pencernaan, makanan manis juga bisa menyebabkan tumbuhnya lubang di gigi.
Resep Makanan Sehat Tanpa Santan yang Bernutrisi
Semur Daging
Semur daging merupakan menu favorit selama lebaran bersama keluarga. Manis dan pedas tipis dari bumbu dipadukan dengan daging empuk sangat nikmat dimakan dengan nasi hangat.
Soto Banjar
Berasal dari suku Banjar, Kalimatan Selatan, soto ini adalah makanan yang sering menghampiri meja-meja keluarga sebagai hidangan lebaran. Rempah-rempah yang kuat juga kuah segarnya sangat sedap dibanjurkan ke nasi atau lontong.
Lontong Sayur
Lontong sayur adalah makanan andalan beberapa keluarga selama lebaran. Rasa gurih dan sedikit pedas menciptakan paduan nikmat pada indera pengecap. Bumbu segar yang menyerap ke serat daging membawa cita rasa yang nagih.
Opor Ayam Fiber Creme
Fiber creme dapat menjadi alternatif pemakaian santan di opor ayam. Opor ayam rasanya adalah makanan wajib yang dihidangkan saat makan bersama.
Mie Goreng Ndeso
Makanan yang tentunya disukai anak karena bahan utama mie. Cara membuatnya yang mudah dan praktis tentunya tidak bisa dilewatkan sebagai menu lebaran keluarga.
Makanan yang Perlu Dihindari untuk Menjaga Kesehatan Anak
Selain makanan yang sudah disebutkan, apakah ada makanan lain yang sebaiknya konsumsinya diperhatikan Ayah dan Bunda? Jawabannya adalah ada, berikut daftarnya!
- Kue kering. Makanan atau camilan ini tidak memiliki nutrisi penting dan justru mengandung gula yang tinggi. Selain itu kue kering mengandung banyak kalori jenuh. Anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
- Minuman bersoda. Merek minuman bersoda mengandung pemanis buatan dan bahan-bahan lain yang sebaiknya dihindari. Takaran gula dalam satu kaleng atau botolnya melebihi takaran gula harian yang dianjurkan.
- Roti. Makanan yang terbuat dari tepung terigu mengandung protein gluten dalam jumlah tinggi. Anak-anak di bawah usia enam tahun yang pencernaannya sensitif akan kesulitan mencerna makanan ini.
Baja juga: Simpel tapi Berkesan: 5 Cara Rayakan Lebaran dengan Sederhana











Leave a Comment