Bunda, setiap anak berkembang dengan cara dan kecepatan yang berbeda, termasuk dalam hal bicara dan bahasa. Namun, memahami tanda yang umumnya muncul di usia tertentu dapat membantu Bunda mengetahui tahap perkembangan keterampilan bicara dan bahasa anak.
Tahapan ini bukan alat diagnosis, melainkan pedoman untuk membantu Bunda memantau perkembangan si kecil. Jika Bunda melihat tanda-tanda yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan ahli audiologi atau ahli patologis bicara dan bahasa, ya.
Tahapan di bawah ini dilansir dari National Institue on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) dan Speech and Language UK.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 0-3 Bulan
- Memberikan reaksi terhadap suara keras, misalnya terbangun karena suara mobil atau motor di jalan.
- Menjadi tenang atau tersenyum saat Bunda mengajaknya berbicara.
- Mengenali suara orang tua dan merasa tenang saat mendengarnya.
- Saat bayi menyusu, mereka berhenti mengisap untuk merespons suara. Misalnya menoleh saat Ayah memanggilnya.
- Mengeluarkan suara-suara menyenangkan.
- Memiliki tangisan khusus untuk kebutuhan yang berbeda, misalnya tangisan lapar, tidak nyaman, dan mengantuk berbeda.
- Bayi tersenyum ketika melihat wajah yang dikenalinya.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Tidak terkejut saat mendengar suara keras.
- Tidak tersenyum ketika diajak senyum.
- Tidak memperhatikan wajah saat orang berbicara.
- Tidak merespons saat Bunda mengajaknya bicara.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 4-6 Bulan
- Merespons perubahan nada suara, misalnya saat nada suara Bunda meninggi.
- Mengikuti arah suara dengan matanya.
- Memperhatikan mainan yang mengeluarkan suara atau menoleh saat mainan favoritnya dibunyikan.
- Memberikan perhatian pada suara musik, contohnya saat Bunda memutar suara piano.
- Mengoceh seperti berbicara dan menggunakan banyak suara yang berbeda, seperti “ba”, “pa”, dan “ma”.
- Mulai tertawa dan mengoceh saat senang.
- Menghasilkan suara ketika bermain sendiri atau bersama orang terdekat.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Tidak menoleh ke arah suara.
- Tidak mengoceh atau mengeluarkan suara saat diajak berbicara.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 7 Bulan – 1 Tahun
- Senang bermain cilukba dan tepuk tangan.
- Mendengarkan saat Bunda mengajaknya berbicara.
- Mulai mengerti kata-kata untuk benda di rumah seperti “cangkir”, “sepatu”, atau “makanan”.
- Merespons instruksi sederhana seperti “ayo ke sini”.
- Mengoceh lebih kompleks, menyerupai percakapan.
- Mengeluarkan suara ocehan untuk mendapatkan perhatian atau mempertahankan perhatian.
- Berkomunikasi menggunakan gerakan seperti melambaikan tangan atau mengangkat tangan.
- Bayi menirukan bunyi-bunyi ucapan yang berbeda, misalnya menirukan Bunda saat mengucapkan “makan” menjadi “mam”.
- Mengucapkan satu atau dua kata pertama seperti “papa” dan “mama”.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Tidak menunjukkan ketertarikan terhadap suara pada usia 9 bulan.
- Tidak menunjukkan minat sosial (seperti kontak mata) pada usia 1 tahun.
- Tidak mencoba menarik perhatian orang lain dengan suara atau gerakan.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 1-2 Tahun
- Menggunakan pertanyaan yang berisi satu atau dua kata.
- Menguasai kata-kata baru secara bertahap.
- Menunjuk gambar saat disebutkan namanya, contohnya menunjuk gambar harimau saat Bunda menyebutkan “harimau”.
- Menyukai cerita, lagu dan kalimat sederhana.
- Mengenali bagian tubuh dan dapat menunjuknya saat diminta.
- Mengikuti instruksi dan mengerti pertanyaan sederhana, misalnya Bunda meminta “lempar bolanya” atau “mau makan apa?”.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Tidak memahami instruksi sederhana di usia 18 bulan.
- Belum bisa mengucapkan kata pertama di usia 18 bulan.
- Tidak mengoceh di usia 12-15 bulan.
- Tidak dapat mengikuti arahan sederhana.
- Hanya bisa mengucapkan sedikit kata yang mudah dikenali.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 2-3 Tahun
- Menyebutkan benda dan bertanya tentang benda itu untuk menarik perhatian Bunda.
- Berbicara dengan kata-kata yang bisa dimengerti keluarga dan teman sebaya.
- Menggunakan kata yang memiliki huruf K, G, F, T, D, dan N saat berbicara.
- Menggabungkan 2-3 kata dalam satu kalimat untuk berbicara dan meminta sesuatu.
- Memiliki kata untuk menggambarkan benda dan tindakan.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Lebih sering menunjuk daripada mengatakan keinginannya.
- Kesulitan memahami instruksi dan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk mencontohkannya.
- Ucapannya masih sulit dipahami oleh orang di luar keluarga.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 3-4 Tahun
- Merespons panggilan dari ruangan lain.
- Menggunakan kalimat dengan empat kata atau lebih.
- Berbicara tanpa harus mengulang-ulang suku kata atau kata.
- Mendengar suara televisi atau radio pada volume yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
- Menjawab pertanyaan sederhana seperti “siapa?”, “apa?” atau “di mana?”.
- Bercerita tentang kegiatan di tempat penitipan anak, pra-sekolah atau rumah teman, misalnya anak bercerita di pra sekolah belajar nama-nama warna.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Belum bisa menyusun kalimat lengkap.
- Kalimat yang digunakan terdengar tidak jelas atau membingungkan.
- Kesulitan memahami dan mengikuti instruksi, seperti “ayo rapikan mainan bersama”.
- Orang lain kesulitan memahami apa yang diucapkan anak.
Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa Usia 4-5 Tahun
- Menggunakan tata bahasa yang menyerupai orang dewasa.
- Menyebutkan huruf dan angka, baik berurutan atau tidak.
- Menggunakan kata-kata yang berirama, seperti “bola di atas kepala”.
- Memahami cerita pendek dan menjawab pertanyaan tentang ceritanya.
- Mendengar dan memahami sebagian besar hal yang dikatakan di rumah dan di sekolah.
- Bisa menjelaskan topik tertentu, contohnya Bunda mengajak bercerita tentang liburan lalu anak menjawab dengan cerita liburan ke kebun binatang.
- Menggunakan kalimat deskriptif, seperti “jaket merah itu hangat”.
- Berkomunikasi lancar dengan orang dewasa dan teman sebaya.
Hal yang Perlu Diwaspadai:
- Tidak bisa bercerita dengan kalimat lengkap, misalnya “bermain balok kayu” alih-alih “di pra-sekolah aku bermain balok kayu”.
- Sulit menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan.
- Percakapan sulit dimengerti oleh orang lain atau teman sebaya.
- Pelafalan bunyi dalam kata masih banyak yang belum tepat.
Perkembangan bicara dan bahasa merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak di tahun kehidupan pertamanya. Anak yang tidak distimulasi secara optimal dalam aspek bicara dan bahasa bisa mengalami keterlambatan yang mempengaruhi kemampuan sosial dan belajarnya.
Dukung perkembangan bicara dan bahasa si kecil di masa emas pertumbuhannya. Daftarkan anak Bunda di Dimulti Islamic Early Learning Center. Kami memiliki kegiatan yang menstimulasi kemampuan bicara dan bahasa anak.











Leave a Comment